Penyakit Menular Seksual Rentan Serang Wanita – Mengenal Chlamydia

<div ><div id=’Informasi’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div> Chlamydia adalah salah satu penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom. Kaum wanita yang berusia muda umumnya yang paling sering mengidap chlamydia, baik pria maupun wanita segala usia pun bisa terkena chlamydia.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit chlamydia bisa menyebar dan menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang. Berikut ini beberapa komplikasi chlamydia pada pria: Sedangkan komplikasi chlamydia pada wanita, yaitu:

<div ><div id=’Penyebab’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div> Chlamydia disebabkan oleh bakterichlamydia trachomatis. Penyakit ini, bias menular melalui seks anal, oral, vaginal, dan saling bersentuhannya alat kelamin.

Selain itu, mainan seks yang tidak dicuci bersih atau dilapisi kondom baru juga bisa menjadi media penularan chlamydia. Cairan seksual yang keluar dari alat kelamin penderitanya bisa menularkan bakteri ini walaupun tanpa orgasme, ejakulasi, atau penetrasi. Risiko terjangkit chlamydia bisa meningkat jika berhubungan seksual berganti ganti pasangan atau dengan banyak orang.

Penularan chlamydia tidak akan terjadi karena hal berikut ini: Pada ibu hamil, bisa menularkan chlamydia pada bayi yang dilahirkannya dan menyebabkan mata menjadi bengkak dan mengeluarkan cairan atau yang disebut dengan konjungtivitis serta radang paru paru. Oleh karena itu, ketika merencanakan kehamilan atau pada saat awal kehamilan, pastikan kamu tidak sedang mengalami infeksi ini dan jika positif, obati secepat mungkin.

<div ><div id=’Gejala’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div> Chlamydia umumnya tidak menunjukkan gejala setelah 1–3 minggu. Seringkali, gejala chlamydia diabaikan karena dianggap segera berlalu dan tidak parah.

Gejala chlamydia pada wanita dan pria bisa berbeda, tetapi sakit atau nyeri saat buang air kecil menjadi karakteristik umum. Chlamydia tidak menimbulkan gejala pada 50 persen pengidap pria dan 50 persen lainnya mengalami gejala, seperti sakit pada testikel, serta keluarnya cairan berwarna putih kental atau encer dari ujung Mr P. Infeksi masih terjadi dan bisa ditularkan walau gejala yang dialami sudah hilang.

Sedangkan pada wanita yang tidak mengalami gejala adalah sekitar 75 persen, dan 25 persen mengalami gejala yang paling umum terjadi, seperti terjadi pendarahan saat atau usai melakukan hubungan seks dan mengeluarkan cairan vagina yang tidak biasa. Selain itu, ada juga yang mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya, pendarahan di antara masa menstruasi, dan perut bagian bawah terasa sakit. Selain menginfeksi organ intim, infeksi chlamydia juga terjadi pada mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan vagina atau sperma yang terinfeksi terkena mata.

Mata yang terinfeksi akan terasa perih, bengkak, teriritasi, dan mengeluarkan cairan. Anus juga bisa terinfeksi dan menimbulkan pendarahan, keluar cairan, serta rasa sakit dan tidak nyaman. Selain itu, infeksi tenggorokan juga bisa terjadi dan biasanya tidak menimbulkan gejala.

<div ><div id=’PengobatandanPencegahan’><ul ><li style=’border bottom : 1px solid #a2a9b1;’><h2> </h2></li></ul> </div></div> Pengobatan Chlamydia dialkukan dengan mengonsumsi kombinasi obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, segera hubungi dokter.

<div >

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *